Pemuda merupakan aset terbesar kebangkitan suatu bangsa. Merekalah yang memiliki kekuatan dan motivasi besar berjuang demi kehormatan bangsa maupun agama. Jika pemuda berkarakter demikian tidak lagi dimiliki suatu bangsa, maka tunggulah kehancuran bangsa tersebut.
Hal tersebut dikatakan Sekjen Young Islamic Leaders (YI Lead), Agastya Harjunadhi.
“Kita harus membangun mental leader, bukan inlander. Bangga menjadi muslim, bangga dan siap berjuang menjadi instrumen kebangkitan bangsa Indonesia,”tegasnya pada hidayatullah.com menyambut hari Pahlawan 10 November lalu.
Mahasiswa pasca sarjana Universitas Ibnu Khaldun (UIKA), Bogor ini juga menjelaskan syarat kebangkitan suatu bangsa. Selain penguasaan atas ilmu dan pemimpin negara yang adil serta orang kaya yang siap berjihad harta, juga dibutuhkan keberanian para pemudanya.
Sikap ksatria membela kepentingan bangsa dan negara, menjadi kebutuhan utama yang semestinya tumbuh dalam diri pemuda. Panduan Al Quran dan as Sunnah akan berguna membentuk sudut pandang kepemimpinan seorang pemuda.
“Ketika kita makan, jangan lagi maknai untuk mengenyangkan perut. Lihatlah proses makan itu sebagai suatu proses yang merubah energi makanan untuk menguatkan tubuh dan akal kita, agar mampu menegakkan agama Allah, mampu berdiri sendiri dan tidak merepotkan orang lain,” ujar Youth Ambassador Konferensi Internasional Organisasi Pemuda Dunia Islam yang diadakan di Malaysia dan Turki ini.



0 Comments